Gadis Pemimpi
Karya Tea #1 ANGAN "Ya, namanya juga anak perempuan. Sekolah tinggi-tinggi juga kan tetap aja baliknya nanti ke dapur lagi ke dapur lagi. Gak perlu lah kuliah mahal-mahal. Kalau gak kebiayain sampai lulus gimana? Dapat ijazah SMA aja udah cukup." "Iya bener, anak perempuan itu enak sebenernya. Bakal dibahagiain sama suami. Cukup ngurus rumah aja kalo masalah nyari uang kan urusan suami." Begitulah pemikiran 'kolot' keluargaku, di ruang tengah rumah tanteku, ibu, tante dan keluargaku yang lain sedang mengobrol sembari menyesap teh manis dan kue balok. Aku diam memerhatikan disalah satu kursi tunggal yang tidak jauh dari ruang tengah. Semua yang ada di sana tentu dapat melihatku dengan jelas, bagaimana aku menatap mereka dengan penuh prihatin dan kekesalan. Semua orang di keluargaku tahu bahwa aku anak perempuan pertama yang bertekad untuk kuliah apa pun yang terjadi. Bahkan di antara sepupu-sepupuku yang lain, akulah satu-satunya yang ingin berse...