Perempuan di Cermin
Sore ini aku berada di tempat kerja kawan-kawanku yang tak jauh dari terminal bus Kota K. Ruangan yang cukup luas mungkin menampung untuk 5‒7 orang di dalam, namun sekarang kami hanya bertiga. Aku duduk di kursi besi dekat ujung meja, sedangkan kawanku duduk di kursi di ujung meja di depanku dan ada yang berdiri di sampingnya. Selain itu, di depanku terhidang secangkir kopi hitam yang masih panas dan sepiring tempe goreng yang sangat tipis layaknya gaun merahmu yang tak sengaja aku robek kala itu. Kami bertiga berbincang mengenai kehidupan dan tetek bengeknya, “Ayo cepat katakan, apa yang mau kau ceritakan, An.” Ujar kawanku sambil menghisap sebatang rokok dari tangannya. Aku lupa belum memberitahukan nama kawanku, yang tadi bicara na...